Karhutla Banjarbaru Mulai Mereda BPBD Tetap Siaga hingga Akhir Tahun



Sobat Pustaka, ada kabar cukup melegakan dari Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang beberapa waktu terakhir menjadi perhatian mulai menunjukkan penurunan. Namun, jangan buru-buru menganggap ancaman sudah berakhir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarbaru masih mempertahankan status siaga hingga akhir tahun 2026.

Kondisi ini menjadi pengingat bahwa penanganan karhutla tidak hanya dilakukan ketika api membesar. Pemantauan dan pencegahan tetap diperlukan, terutama saat kondisi lahan masih berpotensi kering.

Karhutla Banjarbaru Mulai Menurun, Cempaka Masih Terdampak

Berdasarkan data BPBD Banjarbaru per 30 Oktober 2026, masih tercatat satu kejadian karhutla di Kelurahan Cempaka, Kecamatan Cempaka. Kebakaran tersebut berdampak pada lahan seluas sekitar 2 hektare, dengan 1,5 hektare di antaranya berhasil dipadamkan.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Banjarbaru, Harun Arrasyid, menyampaikan bahwa kejadian yang masih berlangsung cenderung berskala kecil.

Meski demikian, sejumlah wilayah tetap menjadi perhatian. Kecamatan Landasan Ulin dan sekitarnya disebut sebagai kawasan yang mengalami dampak cukup signifikan selama periode kebakaran.

Penurunan kejadian ini tentu menjadi perkembangan positif. Akan tetapi, satu titik api saja tetap perlu ditangani dengan serius agar tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.

Baca Juga:

1.600 Hektare Hutan dan Lahan di IKN Terbakar, OIKN Sanksi Satu Perusahaan Sawit

Mengapa BPBD Banjarbaru Tetap Siaga hingga Akhir Tahun?

Sobat Pustaka, status siaga yang diperpanjang bukan berarti kondisi kebakaran sedang memburuk. Langkah ini merupakan bentuk antisipasi terhadap kemungkinan munculnya kebakaran susulan dan risiko kekeringan.

BPBD Banjarbaru tetap melakukan patroli serta pemantauan di sejumlah wilayah rawan karhutla. Kesiapsiagaan tersebut penting agar petugas dapat mengetahui potensi kebakaran lebih cepat dan melakukan penanganan sebelum api meluas.

Dengan demikian, meskipun intensitas kejadian mulai menurun, upaya pencegahan tidak boleh ikut mengendur.

Tiga Kebiasaan Sederhana untuk Mencegah Karhutla

Pencegahan kebakaran bukan hanya tanggung jawab petugas. Masyarakat juga dapat mengambil peran melalui kebiasaan sederhana berikut:

  1. Jangan membuang puntung rokok sembarangan, terutama di area berumput kering.
  2. Hindari membakar sampah atau membersihkan lahan dengan api.
  3. Segera laporkan kepada petugas jika melihat asap atau titik api di kawasan rawan.

Sobat Pustaka, kabar meredanya karhutla Banjarbaru patut disyukuri, tetapi kewaspadaan harus tetap dijaga. Lingkungan yang aman dan udara yang bersih membutuhkan kerja sama semua pihak.

Mari menjadi masyarakat yang peduli lingkungan. Jangan menunggu api membesar untuk mulai bertindak, karena mencegah kebakaran selalu lebih baik daripada memadamkannya.

Baca Juga:

Menerapkan Nilai Pancasila agar Media Sosial Lebih Sehat

0 Response to "Karhutla Banjarbaru Mulai Mereda BPBD Tetap Siaga hingga Akhir Tahun"

Post a Comment